Resep Bau Peapi Mandar, Warisan Leluhur Asli Sulawesi Barat

Makanan Khas Sulawesi Barat

Bau Peapi Mandar adalah salah satu masakan asli Sulawesi Barat. Sesuai dengan namanya, masakan ini berasal dari suku Mandar yang ada di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bahan utama masakan ini adalah ikan, dengan kuah kental dan gurih. Ikan yang digunakan biasanya ikan tuna atau tongkol karena durinya besar sehingga mudah dipisahkan. Ikan lainnya yang bisa digunakan yaitu ikan kembung dan ikan bandeng. Beriut adalah resep Bau Peapi Mandar, warisan leluhur asli Sulawesi Barat.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Bau Peapi Mandar

1 kg ikan tuna atau ikan tongkol, pisahkan durinya
250 ml air
7 buah cabe rawit (jika ingin lebih pedas bisa ditambah jumlahnya)
10 buah cabe merah besar
10 siung bawang merah
5 buah mata asam mangga atau asam jawa
1 sdt kunyit bubuk
2 sdt merica bubuk
1 sdt penyedap rasa
1 sdm garam halus
4 sdm minyak kelapa lemak tinggi
secukupnya bawang daun, iris-iris tapi jangan terlalu tipis

Cara Membuat Bau Peapi Mandar, Warisan Leluhur Asli Sulawesi Barat

Makanan Khas Sulawesi Barat
memasak bau peapi

  1. Cuci ikan sampai bersih, sisihkan
  2. Cuci asam mangga atau asam jawa dengan air 250 ml, lalu air bekas cucian disiramkan ke ikan supaya menghilangkan bau amis
  3. Haluskan bawang merah, cabe besar, cabe rawit dan ditambah garam. 
  4. Masukkan ikan beserta air rendamannya ke dalam kuali yang telah disiapkan (untuk hasil yang sesuai dengan resep asli, gunakan kuali tanah liat dan masak dengan kayu bakar)
  5. Tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian tambahkan irisan bawang daun dan kunyit bubuk serta asam mangga atau asam jawa
  6. Kemudian masukkan minyak kelapa lemak tinggi dan penyedap rasa, aduk rata, tutup dan tunggu hingga mendidih, koreksi rasa (tambahkan air jika dirasa terlalu kering)
  7. Bau Peapi siap dihidangkan
Resep ini dari : Hasbi (edit)/ kompadansamandar.or.id

Itulah tadi resep Bau Peapi Mandar, Warisan Leluhur Asli Sulawesi Barat. Kalian bisa coba membuatnya di rumah masakan yang sudah menjadi turun temurun di Sulawesi Barat.
Previous Post Next Post